Banyak orang tua yang sudah paham kalau aqiqah itu bagian dari sunnah Rasulullah ﷺ. Tapi, kalau ditanya “sebenarnya aqiqah hukumnya apa sih?”, banyak yang masih bingung — apakah wajib, sunnah, atau sekadar budaya?
Padahal, memahami hukum aqiqah itu penting. Bukan hanya supaya kita bisa menjalankannya dengan benar, tapi juga supaya kita tahu kenapa ibadah ini begitu dianjurkan dalam Islam.
Aqiqah bukan sekadar tradisi potong kambing dan bagi-bagi nasi kotak. Ia punya nilai ibadah, sosial, dan spiritual yang besar — terutama sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak.
Dalil dan Penjelasan Ulama tentang Hukum Aqiqah
Secara umum, para ulama sepakat bahwa aqiqah hukumnya sunnah muakkadah — artinya sangat dianjurkan, tapi tidak wajib.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Dari hadits ini, para ulama seperti Imam Malik, Syafi’i, dan Ahmad bin Hanbal menyimpulkan bahwa aqiqah adalah ibadah sunnah yang sangat ditekankan bagi orang tua yang mampu.
Sedangkan menurut mazhab Hanafi, aqiqah dipandang sebagai amalan yang baik dilakukan (mubah yang dianjurkan), tapi tidak sampai derajat sunnah muakkadah.
Artinya, kalau dilakukan berpahala — tapi kalau tidak, tidak berdosa.
Tujuan dan Makna di Balik Aqiqah
Kalau dipikir-pikir, aqiqah itu bukan cuma tentang “nyembelih kambing” aja. Ada banyak makna yang terkandung di balik ibadah ini.
- Tanda Syukur kepada Allah
Aqiqah adalah bentuk rasa syukur orang tua atas kelahiran anak yang sehat.
Dengan menyembelih hewan, memasak, dan berbagi kepada orang lain, kita mengekspresikan rasa terima kasih kepada Allah atas karunia tersebut. - Menyebarkan Kebaikan & Kebahagiaan
Aqiqah juga jadi momen untuk berbagi. Nasi kotak atau hidangan yang dibagikan bisa jadi sarana silaturahmi sekaligus sedekah untuk sesama, termasuk yatim dan dhuafa. - Menguatkan Identitas dan Doa untuk Anak
Di hari aqiqah, anak diberi nama dan dicukur rambutnya — ini simbol doa dan harapan agar anak tumbuh dengan nama yang baik, rezeki yang berkah, dan kehidupan yang bermanfaat. - Meneladani Sunnah Rasulullah ﷺ
Aqiqah dilakukan karena Nabi sendiri melakukannya untuk cucu beliau, Hasan dan Husain. Jadi ketika orang tua melaksanakan aqiqah, artinya mereka sedang meneladani langsung sunnah Rasul.
Waktu Pelaksanaan dan Ketentuan Aqiqah
Secara umum, waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah adalah hari ke-7 setelah kelahiran anak, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi ﷺ:
“Disembelihkan (hewan) pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Namun, kalau belum sempat di hari ke-7, para ulama memberi kelonggaran:
- Hari ke-14 atau ke-21 masih diperbolehkan.
- Bahkan kalau kondisi ekonomi belum memungkinkan, bisa ditunda sampai orang tua mampu — tanpa dosa.
Untuk jumlah hewan, disunnahkan:
- 2 ekor kambing untuk anak laki-laki.
- 1 ekor kambing untuk anak perempuan.
Ini bukan berarti yang satu lebih mulia dari yang lain, tapi lebih kepada meneladani praktik Rasulullah ﷺ dan sahabat-sahabat beliau.
Yang penting, aqiqah dilakukan dengan niat ikhlas, bukan sekadar formalitas sosial.
Aqiqah Zaman Sekarang: Mudah, Praktis, Tetap Syar’i
Kalau dulu orang tua harus repot cari kambing, nyembelih, masak, bungkus nasi, dan atur distribusi ke tetangga — sekarang semuanya bisa jauh lebih mudah.
Banyak layanan aqiqah profesional seperti Kaffah Aqiqoh yang bantu dari awal sampai akhir:
mulai dari pemilihan kambing yang sehat, proses penyembelihan sesuai syariat, pengolahan menu nasi kotak, sampai penyaluran ke yatim dan dhuafa.
Dengan begitu, orang tua bisa fokus pada makna ibadahnya, bukan sibuk di urusan teknisnya.
Apalagi bagi keluarga muda yang tinggal di kota — nggak semua punya waktu, tenaga, atau support system untuk ngurus aqiqah sendiri.
Aqiqah modern bukan berarti meninggalkan nilai syariat. Justru, lewat layanan yang amanah dan profesional, pelaksanaannya bisa lebih tertib, higienis, dan tetap sesuai sunnah.
Kesimpulan: Aqiqah Itu Ibadah Syukur, Bukan Beban
Dari penjelasan di atas, bisa kita simpulkan:
aqiqah adalah sunnah muakkadah, ibadah yang sangat dianjurkan bagi setiap orang tua yang mampu.
Ia bukan kewajiban yang memberatkan, tapi bentuk rasa syukur dan ketaatan kepada Allah atas kelahiran anak yang kita cintai.
Baca juga : Fiqih Aqiqah: Memahami Hukum & Pelaksanaan Syukuran Kelahiran
Lewat aqiqah, kita berbagi kebahagiaan, mempererat silaturahmi, dan meneladani sunnah Rasulullah ﷺ.
Dan di zaman sekarang, semua itu bisa dilakukan dengan cara yang mudah, tanpa repot, tanpa ribet — tapi tetap penuh berkah.
Kalau kamu ingin menjalankan aqiqah yang praktis, amanah, dan sesuai syariat,
Kaffah Aqiqoh siap bantu dari awal sampai akhir.
Mulai dari pemilihan kambing, masak, hingga distribusi — semua dikerjakan oleh tim yang berpengalaman dan profesional.
👉 Hubungi Kaffah Aqiqoh sekarang untuk konsultasi atau pesan paket aqiqah terbaik di Surabaya, Probolinggo, Pasuruan, dan sekitarnya.
Karena ibadah seharusnya bikin tenang — bukan bikin repot.




