Assalamualaikum, Sahabat Kaffah di Probolinggo dan sekitarnya! Pernahkah Ayah Bunda bertanya-tanya, “Apakah `aqiqah diri sendiri` itu mungkin dilakukan saat kita sudah dewasa?” Atau, “Bagaimana ya niat dan tata cara `aqiqah saat dewasa` yang benar?” Pertanyaan ini sering muncul di benak banyak Muslim yang mungkin orang tuanya belum sempat mengaqiqahi mereka di waktu kecil.
Jangan khawatir, karena Kaffah Aqiqoh hadir untuk memberikan pencerahan dan solusi praktis untuk ibadah `aqiqah diri sendiri` Anda. Mari kita selami hukum, niat, dan tata caranya sesuai syariat agar ibadah kita penuh berkah dan membawa ketenangan jiwa.
Hukum Melaksanakan Aqiqah Diri Sendiri Saat Dewasa
Secara umum, hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat ditekankan. Ia dilaksanakan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Namun, bagaimana jika aqiqah ini terlewatkan di masa kecil?
Para ulama dari Madzhab Syafi’i, sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, berpendapat bahwa jika seseorang tidak diaqiqahi ketika kecil, maka disunnahkan baginya untuk mengaqiqahi dirinya sendiri ketika dewasa. Ini merupakan kesempatan untuk menyempurnakan ibadah yang mungkin terlewat di masa lampau.
Dalil yang menjadi rujukan sebagian ulama, termasuk yang banyak digunakan dalam Madzhab Syafi’i untuk kemubahan `aqiqah diri sendiri`, adalah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengaqiqahi dirinya sendiri setelah diutus menjadi Nabi. Meskipun status hadis ini menjadi bahan diskusi di kalangan muhadditsin (ahli hadis), namun dalam konteks fiqih Syafi’i, pendapat yang membolehkan dan menganjurkan `aqiqah diri sendiri` bagi orang dewasa yang belum diaqiqahi orang tuanya adalah pandangan yang kuat dan banyak diamalkan.
Oleh karena itu, jika Anda termasuk Sahabat Kaffah yang belum diaqiqahi di masa kecil, tidak perlu ragu untuk melaksanakan `aqiqah saat dewasa`. Ini adalah bentuk ketaatan dan upaya untuk meraih keberkahan sunnah Rasulullah SAW.
Niat dan Tata Cara Aqiqah Diri Sendiri
Melaksanakan `aqiqah diri sendiri` tidak jauh berbeda dengan aqiqah anak pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada niat dan pelaksanaannya yang dilakukan oleh individu tersebut untuk dirinya sendiri.
1. Niat Aqiqah Diri Sendiri
Niat adalah rukun ibadah yang paling penting. Untuk `aqiqah diri sendiri`, niatnya adalah sebagai berikut:
“Nawaitu an adzbaha hazihil ghanam ‘an ‘aqiqati nafsi suatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat menyembelih kambing ini sebagai aqiqah untuk diriku sendiri, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat ini diucapkan di dalam hati ketika akan menyembelih hewan aqiqah. Jika Anda menggunakan jasa penyedia aqiqah seperti Kaffah Aqiqoh, Anda bisa menyerahkan niat ini kepada pihak penyedia jasa yang akan menyembelih hewan aqiqah Anda, atau cukup berniat saat memesan paket aqiqah.
2. Jenis Hewan dan Jumlah
Syarat hewan aqiqah untuk `aqiqah saat dewasa` sama dengan aqiqah anak:
-
Untuk laki-laki: Dua ekor kambing/domba.
-
Untuk perempuan: Satu ekor kambing/domba.
Hewan yang disembelih harus memenuhi syarat syar’i, yaitu sehat, tidak cacat, dan cukup umur. Kaffah Aqiqoh selalu memastikan hewan pilihan kami memenuhi semua kriteria tersebut.
3. Waktu Pelaksanaan
Berbeda dengan aqiqah anak yang dianjurkan pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu, `aqiqah diri sendiri` saat dewasa tidak memiliki batasan waktu khusus. Anda bisa melaksanakannya kapan saja ketika Anda sudah mampu dan berniat untuk melakukannya. Tidak ada kata terlambat untuk melaksanakan sunnah Rasulullah SAW.
Hikmah dan Keutamaan Melaksanakan Aqiqah Saat Dewasa
Melaksanakan `aqiqah diri sendiri` membawa banyak hikmah dan keutamaan. Selain mendapatkan pahala karena menjalankan sunnah Nabi, Anda juga akan merasakan ketenangan batin karena telah menunaikan hak diri sendiri yang sempat tertunda. Ini adalah bentuk rasa syukur pribadi kepada Allah SWT atas nikmat kehidupan dan kesempatan untuk beribadah.
Aqiqah Tanpa Repot Bersama Kaffah Aqiqoh
Sahabat Kaffah tidak perlu repot memikirkan proses penyembelihan, pengolahan, hingga pendistribusian. Kaffah Aqiqoh, yang telah berdiri sejak tahun 2009, siap melayani `aqiqah diri sendiri` Anda dengan layanan terbaik. Kami melayani wilayah Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, Jember, Besuki, Surabaya, dan Sidoarjo.
Kami menyediakan paket aqiqah lengkap yang bisa Anda pilih, mulai dari harga Rp 2.025.000 hingga Rp 7.000.000. Anda bisa memilih berbagai menu masakan lezat seperti sate, gulai, krengseng (khas Jawa Timur dengan petis), rendang, sop, hingga tengkleng yang minim limbah. Semua diolah oleh koki berpengalaman dengan bumbu rempah pilihan, dijamin empuk, tidak prengus, dan higienis.
Dengan layanan aqiqah Kaffah Aqiqoh, ibadah `aqiqah saat dewasa` Anda akan menjadi pengalaman yang mudah dan berkesan. Kunjungi juga situs kami untuk layanan di Probolinggo atau baca artikel edukasi fiqih lainnya di Kaffah Aqiqoh Academy.
Jangan biarkan kesempatan beribadah ini berlalu begitu saja. Percayakan `aqiqah diri sendiri` Anda kepada Kaffah Aqiqoh. Hubungi kami di 0852-5860-5912 atau kunjungi kantor kami di Jl. Bengawan Solo, Perum Prasaja Mulya A 16, Kareng Lor, Kec. Kedopok, Kota Probolinggo.
Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita. Aamiin.

Apakah boleh `aqiqah diri sendiri` saat dewasa?
Ya, menurut Madzhab Syafi’i, disunnahkan bagi seseorang yang belum diaqiqahi di masa kecil untuk mengaqiqahi dirinya sendiri saat dewasa. Ini adalah kesempatan untuk menunaikan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Bagaimana niat untuk `aqiqah diri sendiri`?
Tidak ada niat khusus untuk niat beraqiqah. Tetapi ketika menyembelih hewan aqiqahnya, niatnya adalah: “Nawaitu an adzbaha hazihil ghanam ‘an ‘aqiqati nafsi suatan lillahi ta’ala.” (Saya niat menyembelih kambing ini sebagai aqiqah untuk diriku sendiri, sunnah karena Allah Ta’ala). Niat ini diucapkan dalam hati saat penyembelihan atau saat menyerahkan amanah kepada penyedia jasa aqiqah.
Berapa jumlah kambing untuk `aqiqah saat dewasa`?
Jumlah kambing untuk `aqiqah diri sendiri` sama dengan aqiqah anak. Dua ekor kambing untuk laki-laki dan satu ekor kambing untuk perempuan, dengan syarat hewan sehat dan cukup umur.




